Selasa, 12 Juni 2018

Yang Berbeda Dari Wisata Budaya 7 Likur Desa Mancung Tahun Ini.

Api Likur Desa Mancung
Malam 7 likur di Desa Mancung pada tahun ini berlangsung meriah. Tradisi ini secara turun temurun dilestarikan dan menjadi wisata budaya religi yang mengundang rasa penasaran banyak kalangan. Dibanding tahun sebelumnya ini dia yang beda dari wisata budaya 7 likur Desa Mancung Tahun ini.
Continue reading...

Jumat, 19 Januari 2018

Nungki sambil Ngupi di Kupi Kuli

Warkopnya museum timah
Ngupi menjadi ritual pelangkap nungki (baca:nongkrong). Asalkan minuman ini tersaji, ngobrol jadi lebih asik sampai lupa durasi. Niat awalnya pengen menjawab rasa penasaran tentang museum kata Andrea Hirata. nggak dinyana ada kedai kupi kuli diujung gedung utama museum kata. 
Karena gaya kedai ngopinya hommie banget akhirnya saya, om Prisman dan Sultan mutusin buat ngupi dulu disini. Sekalian melepas lelah setelah satu  setengah jam perjalanan kami tempuh dari Tanjungpandan menuju Gantong Belitung Timur.
Rumah yang digunakan sebagai museum kata ini adalah bekas rumah pegawai timah yang dibeli oleh Andrea Hirata. Seperti rumah pada biasanya terdapat dapur di gedung bagian belakang. Dapur inilah yang menjadi warkop kupi kuli.
Gaya interior yang nyentrik dan gak biasa
Ada Cendramata dan Marchandise yang dijual tepat disebelah Warkop
Ada empat meja bundar yang ditata rapi dibagian tengah plus lima kursi kayu yang disusun melingkar pada keempat mejanya. Diatas setiap meja terdapat aneka makanan khas Belitung dan makanan ringan kreasi rumahan lainnya. Suasana dapur bergaya rumah zaman old nampak banget di kedai ini.
Ada tungku dipojok kanan lengkap dengan dua teko lawas yang digunakan  memanaskan air. Rak-rak kecil dengan gelas dan tumpukan perabotan lainnya juga tersimpan tidak jauh dari tungku. Dua pintu samping yang diapit jendela motif kusen kotak-kotak, menjadi sumber pencahayaan alami sekaligus penyalur sepoi aroma lezat kopi yang  tengah diseduh oleh sang juru racik Ibu Tini.
Dari gayanya, ibu Tini sepertinya sudah mengenal betul filosofi kupi kuli yang menjadi trademark dari kedai museum literasi. 
So Clasic

Ibu Tini Sang Juru Racik

Yang pernah baca novel Andrea Hirata atau nonton filmnya Laskar Pelangi pasti tahu sedikit tentang tradisi ngupi-nya urang Belitung. Ngupi menjadi sarana bertukar informasi dan warung kopi bagaikan kantor berita tempat informasi bersumber sekaligus  menyebar. Dari mulai kabar terkini, teraktual hingga terkupas tajam. Namun harus diuji untuk dikatakan berimbang.
Ada juga aktifitas ngupi yang biasa dilakukan oleh para pegawai, buruh, hingga pekerja kantoran sebelum mereka bertugas mengais rezqi. Dengan harapan segelas kopi yang diminum mampu menjadi pelecut energi dalam berburu sesuap nasi. Maka dikatakanlah Kupi Kuli, sebuah ritual ngupi sebelum nguli.
Ngupi dulu sebelum Nguli

Kelamaan Ngupi lupa Nguli
Cocok dengan momen yang kami hadapi saat itu bedanya kami nguli sambil ngupi.
Kopi yang disajikan adalah jenis Robusta dan Arabika. Saya dan Sultan menjajal kopi susu dan pak Prisman memilih kopi hitam. Sayup-sayup nyanyian lagu laskar pelangi dari Nidji menemani waktu ngupi kami. Sambil sesekali diskusi dan bernostalgia tentang ceritera Laskar Pelangi yang dulu pernah kami baca dan tonton.
Rangkaian seruput yang bertubi tak henti kami lakukan, semakin tinggi gelas kami angkat semakin kami ogah beranjak dari kedai ini. Belum lagi rasa kopinya yang khas bikin Niatan nguli yang sejak awal kami tekadkan semakin terancam.
Yahhhh andai saja kami bisa untuk tidak menjiwai filosofi Kupi Kuli saat itu. Cukup hanya ngupi saja dan tak perlu nguli.. Pasti lebih menarik (Angan-angan).
Sajian Kupi Kuli

Continue reading...

Jumat, 01 Desember 2017

Kisah Maknyuss-nya Mie Aceh dan Arabica Gayo

Maknyuss
Malam terakhir di Bengkulu, tidak banyak yang dilakukan. Saya hanya beristirahat melepas lelah setelah seharian menyambangi tempat wisata di Bumi Raflesia. 
Continue reading...

Kamis, 23 November 2017

Uniknya Taman Mini Recycle Park di Desa Tukak

Kreatifitas Daur Ulang
Gambaran Konsep Wisata Daur Ulang
Konsep desa wisata daur ulang yang dikembangkan sejak tahun 2016 menghantarkan Desa Tukak menjadi salah satu destinasi wisata. Saat itu seluruh warga dan aparat desa dibantu istri Bupati Bangka Selatan, Ibu Eka. Mantap,
Continue reading...

Minggu, 19 November 2017

Nyeruput Madu dari Sarang Lebah Kelulut (Cara Minum Madu Zaman Now!)

Lebah Kelulut
Lebah Kelulut
Belum tahu apakah kelulut berasal dari bahasa Bangka atau bukan, tapi kata kelulut menggambarkan keberadaan sarang dari lebah ini. sarangnya cenderung melilit-lilit dan semerawut layaknya tali yang kusut, namun tetap memiliki pola yang berurut!.
Continue reading...

Jumat, 17 November 2017

Permadani Terbang dan Sejuknya Wisata Kampung Dayang Sumbi


permadani terbang

Yang ingin jalan-jalan mengexplore keindahan alam di Kota Bandung tapi tidak ingin rute yang terlalu jauh. Cukup datang ke Jalan Dago Giri KM 2.2 Desa Mekarwangi Kecamatan Lembang Badung Barat.
Continue reading...

Kamis, 16 November 2017

"Munjang Mangrove Jilid 2" Kesejukan Penuh Inspirasi

Wisata Alami Plus edukasi Hutan Mangrove Munjang
Konservasi dan Kelezatan Kepiting Bakau
Yang nyangka kita hanya menikmati keindahan dan kesejukkan mangrove di hutan mangrove Kurau Barat, jelas salah besar. Disana juga kita bisa menikmati kelezatan kepiting dan udang bakau yang terdapat di penangkarannya.
Continue reading...

Rabu, 15 November 2017

Nggak Perlu Ke Solo, Lukisan Wayang Beber Ada Juga Di Bangka

Lukisan Wayang Beber
Sosok Dibalik Lukisan Wayang Beber
Yang sering pergi ke Pantai Tongaci pasti tidak asing dengan warna-warni lukisan khas bernuansa wayang. Keberadaannya menghiasi sebagian sudut tembok bangunan yang ada di kawasan wisata edukasi ini.
Continue reading...