One Day Trip Manjang Merah!!!

Air terjun batu belubang manjang merah

Ini keempat kalinya bisa sampai di air terjun batu belubang manjang merah.
awalnya ragu bisa menaiki bukit maras di Desa Berbura apalagi ditengah pandemi covid 19 banyak kawasan wisata tutup sementara untuk mencegah penyebaran corona.
Beruntung  PJs Kades Berbura dan Babinsa mengizinkan kami berkunjung dan melihat lagi keunikan air terjun manjang merah.


Menyusuri rute menuju air terjun ini selalu menjadi fun hiking yang menyehatkan plus menguji tekad untuk tidak menyerah setiap kali melihat bertubi tanjakannya. Silahkan baca bagaimana kisah perjalanan pertama, kedua dan ketiga proses pendakian manjang merah. Untuk sekarang rute genit nya bisa jadi trek tepat olahraga pelepas penat dari self quarantine saat pandemi.
Apalagi setelah mager selama puasa  sepertinya detak jantung perlu juga untuk dipacu dan otot hingga persendian badan sudah saatnya kembali direnggangkan. Dan itu juga juga yang kami  (saya, Adul, Revo dan Pak Gama) alami saat menaiki kaki bukit maras menuju air terjun Manjang Merah.  Benar-benar body exercise.

Setelah cukup lama menyusuri rute landai dan menyebrangi tiga anak sungai manjang merah, keperkasaan kami berempat baru benar-benar diuji saat kombinasi Tanjakan dan tebing mulai antri untuk dilewati. Belum lagi dedahanan pohon tumbang yang memotong rute jalan. Ujian luar biasa!. Berat rasanya harus mengeluarkan tenaga extra untuk sekedar loncat atau merunduk melewati pepohon tumbang ini.Wuuuhhhhfft😩😩

"Mana Air terjunnya kang!!?kok nggak nyampe-nyampe??!"
tanya Revo setengah teriak, napas kami mulai terengah dan keringat mulai basah mengguyur muka hingga leher. Menyegarkan. Jarang rasanya bisa berkeringat sederas ini padahal hanya dengan berjalan gontai.

"Bentar lagi, satu air terjun lagi didepan dan kita bakalan nyampe" jawab saya sambil terengah. Dipercaya jadi navigator karena lebih sering ke manjang merah itu harus menguasai elmu motivasi. Minimal bisa bikin Revo, Adul atau Pak Gama tetap  bertekad buat sampai tujuan ditengah kepayahan mendaki rute genit Manjang Merah.
Karena sebenarnya bukan hanya satu tapi tiga air terjun plus satu kali menyebrangi batuan licin dan mendaki enam tebing curam lagi baru bisa sampai ke air terjun batu belubang Manjang Merah.  Ampuni hambaaa. Yaaa Allah
 

Akhirnya kesini lagihh, air terjun manjang merah
Tapi akhirnya setiap detail rute melelahkan diatas berhasil kami taklukan. Ganjarannya, kami disambut pemandangan air terjun iconic Bangka Belitung dengan telaganya yang  menggoda buat diselamin. 
Adul, Revo bergegas berenang, Pak Gama tidak mau kalah bermain air. Dan petualangan menjajal rute menuju manjang merah sepertinya akan berakhir di air terjun batu belubang ini. Tidak percuma semua energi dan motivasi kami kolaborasikan untuk bisa sampai di manjang merah. 
Terjawab sudah rasa penasaran Revo, Adul dan Pak Gama berbarengan dengan dingin dan beningnya guyuran air sungai manjang merah yang tengah memanjakan mereka.
Berenang dan Makan siang
Acara mandi dan makan siang pun selesai. Saat semuanya siap untuk pulang Revo malah berubah pikiran. Seolah ada pergolakan batin untuk pulang atau melanjutkan perjalanan menuju air terjun terakhir yang katanya menawarkan pemandangan lebih menarik. Awalnya rencana meneruskan perjalanan telah terkubur dalam. Apalagi deskripsi rute tanjakannya begitu menyeramkan dan penuh siksaan. Tapi akhirnya kami putuskan untuk kembali menjajal pendakian selanjutnya. Sayang kan sudah jauh-jauh ke manjang merah tapi tidak sampai puncak apalagi jaraknya tidak terlalu jauh dari air terjun batu belubang. 


Manjatin lagi rute selanjutnya
Tekad yang membulat dan semangat yang memuncak,  membuat tanjakan ekstrim dipermulaan rute begitu santuy kami lewati.
Tali yang terikat kokoh disamping rute batuan menuntun kami berempat melewati setiap tebing yang hampir 90 derajat kemiringannya. Terimakasih tali tambang dan terimakasih bagi siapapun mahasiswa UBB yang KKN di Desa Berbura karya kalian memudahkan kami menikmati trek gahar manjang merah.
Hanya 30 menit lama perjalanan dan kami sudah sampai diair terjun terakhir. Masih sama dengan tiga tahun lalu, tetap menjulang dan menyuguhkan pemandangan indah khas air terjun manjang merah.
tiba di air terjun terakhir

Belum selesai kami beristirahat Adul sudah mulai mendaki lereng air terjun. Dengan lincah kakinya menyusuri batuan licin dan sampailah diketinggian 12 meter.
"wah disini lebih mantap!!" ajak Adul sambil mengacungi jempol. Tanpa berfikir lama kami bertiga ikut menyusuri lereng air terjun hingga sampai ketempat yang Adul maksud. Persis seperti yang Adul bilang spot air terjun nya memang mantap. 

Telaga di ketinggian 12 meter air terjun

telaga sedang, pas untuk sekedar berendam
Ada telaga berukuran sedang tepat dibawah cucuran air terjun. Tidak dalam dan banyak batuan, tapi dari sini kita bisa menikmati pemandangan lereng bukit yang dialiri air hingga ke telaga tingkat paling bawah. Spot ini bisa jadi lokasi foto yang menarik meski harus kerja keras melindungi kamera dari cipratan air terjun.
Add caption
One day trip yang menjanjikan dari petualangan mendaki air terjun manjang merah khususukhusus anda yang jengah dengan pemandangan pantai dan rindu dengan kesejukan alam pegunungan.


  


0 Komentar