Kamis, 04 Juni 2020

One Day Trip Manjang Merah!!!

Air terjun batu belubang manjang merah

Ini keempat kalinya bisa sampai di air terjun batu belubang manjang merah.
awalnya ragu bisa menaiki bukit maras di Desa Berbura apalagi ditengah pandemi covid 19 banyak kawasan wisata tutup sementara untuk mencegah penyebaran corona.
Beruntung  PJs Kades Berbura dan Babinsa mengizinkan kami berkunjung dan melihat lagi keunikan air terjun manjang merah.

Continue reading...

Selasa, 28 Januari 2020

SEBLAK NENDANG ALA TOK MUS

Menu penggugah selera
Sore itu Dua hidangan andalan dari Tok Mus cabang Jalan Mentok Pangkalpinang mantaf tersaji diatas meja.  Saat disodori Daftar menu mata saya langsung fokus sama ceker ayam, kabar baiknya ceker ayam ini menjadi pelengkap dari makanan khas daerah kelahiran. "Seblak".
Continue reading...

Jumat, 24 Januari 2020

PERPISAHAN YANG INDAH DENGAN LAPAR

Rekomendasi Menu Langganan
Hari itu syuting selesai pukul 17.30 dan penutupan syuting ditandai dengan sesi foto bersama salah satu tim baronsai asal Parittiga.

Continue reading...

Minggu, 12 Januari 2020

Welcome To D'Uliners Son!

Mentok 10-01-20
Lihat foto ini jadi sadar kalau masa yang berapi-berapi itu mulai  tersusun rapi dilemari nostalgia.
Sudah bukan lagi waktunya selalu merasa gagah dan tak pernah mau mengalah. Layaknya darah muda ala Bang Haji Rhoma Irama.
Continue reading...

Senin, 26 Agustus 2019

Obat Lapar itu Bernama Pempek

Pemandangan Yang membahagiakan saat lapar
Perjalanan tujuh jam dari Bangka Belitung - Palembang via Pelabuhan Tanjung Api api hampir berakhir. Dari posisi kami saat itu distasiun TVRI Sumatera Selatan masih menyisakan sekitar satu jam perjalanan lagi untuk sampai dipemberhentian terakhir, Kediaman Pak Zaimin. Disanalah rencananya kami akan menginap untuk lima hari kedepan di kota Palembang.
Continue reading...

Selasa, 14 Mei 2019

Mercusuar Pulau Besar Dalam ANGKA

Mercusuar Pulau Besar
Mercusuar Pulau Besar dikenal juga dengan Mercusuar Lampu Besar. Letaknya  di Desa Batu Betumpang Kecamatan Pulau Besar Kabupaten Bangka Selatan. Bangunan ini menjadi salah satu peninggalan Belanda yang usianya lebih dari satu abad. Ada angka-angka menarik yang berhasil dihimpun saat pertengahan april kemarin berkunjung ke Mercusuar kebanggaan masyarakat Desa Batu Betumpang ini. 

Continue reading...

Minggu, 12 Mei 2019

Jejak Sejarah Di Pantai Batu Betumpang

Mercusuar Di Pantai Batu Betumpang
Yang pernah berkunjung ke pantai batu betumpang pasti tahu beberapa peninggalan bersejarah yang ada dikawasan ini. Jejak sejarah ini adalah bukti dari masa penjajahan belanda ditanah Bangka, dan berikut jejak peninggalan Belanda dikawasan pantai batu betumpang yang bisa anda nikmati;

Mercusuar Lampu Besar/Pulau Besar.
Menara lampu setinggi 74 meter ini menjadi peninggalan bersejarah sejak masa penjajahan Belanda. Di pintu menara terdapat tulisan yang menyebutkan jika menara pulau besar berada dibawah pengawasan kerajaan Williem III dan dibangun pada tahun 1888. 
Mercusuar Lampu Besar / Pulau Besar
Untuk sampai ke puncak kita harus melewati 200an anak tangga. Dari puncak kita dapat menikmati pemandangan pantai batu betumpang dan luasnya selat Bangka bahkan Pulau Sumatera. Mercusuar ini didukung dengan lampu yang memiliki daya pancar cukup jauh yaitu 12 mil. Hingga kini mercusuar masih berfungsi dengan baik dan menjadi navigasi bagi banyak kapal nelayan dan kapal besar lainnya. 

Bungker Dibibir Pantai.
Letaknya tepat dibawah mercusuar, bungker ini menurut tokoh masyarakat Desa Batu Betumpang Pak Ruslan, menjadi tempat pemantauan musuh yang sewaktu-waktu masuk ke kawasan pantai Batu Betumpang.
Bunker Pertahanan sekaligus tempat pengintaian musuh
Jika pantai surut tepat didepan bunker terdapat meriam yang terendam air, dulunya digunakan untuk menyerang musuh dan bajak laut jika memasuki kawasan pantai Batu Betumpang. Dimasa penjajahan kawasan disekitar pantai batu betumpang menjadi pusat perekonomian masyarakat khususnya dibidang perdagangan.

Bangunan Tua Disekitar Mercusuar
Ada beberapa bangunan tua disekitar mercusuar  diantaranya adalah rumah tahanan bagi para lanun atau tahanan lainnya. Bangunan-bangunan ini juga digunakan sebagai tempat tinggal tentara Belanda. Hingga kini sebagian dari bangunan masih berfungsi dengan baik dan digunakan oleh petugas mercusuar Pulau Besar.

Sumur Tua Dan Airnya yang Berkhasiat.
Letaknya cukup jauh dari mercusuar tepatnya diarea parkir kawasan wisata pantai batu betumpang. Dengan kondisi yang ada kita tidak menyangka jika sumur ini usianya hampir sama dengan mercusuar Pulau Besar.
Puing keberadaan sumur tua bersejarah
Dulu sumur ini menjadi satu-satunya sumber air jernih dikawasan pantai yang digunakan oleh bangsa Belanda dan masyarakat lokal terlebih saat musim kemarau. Pengunjung dan masyarakat setempat meyakini jika air sumur tua ini memiliki khasiat tersendiri. 

Batuan Penghubung Pulau.
Batu yang tersusun ini adalah peninggalan lainnya dari masa penjajahan Belanda. Pak Ruslan menjelaskan saat berkuasa banyak masyarakat pribumi yang dipaksa Belanda untuk mengangkat batu dan menyusunnya dari bibir pantai Batu Betumpang menuju pulau tempat mercusuar berada.
Susunan Batuan yang sebagaian lainnya terndam air pantai saat pasang 
Saat air pantai surut kita dapat melihat dengan jelas keberadaan batu-batu ini tersusun rapih kearah menara. Dan sekarang banyak juga warga setempat atau bahkan pengunjung yang menggunakannya untuk menyeberang menuju mercusuar.





  
Continue reading...

Senin, 15 Oktober 2018

Spot instagramable di Gusong Bugis, Opsi Wisata Selain Pantai di Belitung.

Salah satu Spot yang bisa di kunjungi di Gusong Bugis

Pantai begitu identik dengan Kabupaten Belitung tapi ada juga opsi wisata selain pantai yang bisa dikunjungi di Negeri Laskar Pelangi ini. 
Tepatnya di Kecamatan Tanjung Pandan Desa Juru Seberang terdapat tempat wisata alam hutan mangrove yang menyediakan spot foto instagramable yaitu Gusong Bugis atau nama kerennya Belitung Mangrove Park.
Continue reading...

Jumat, 14 September 2018

Bernostalgia Di Museum Kata Andrea Hirata

Sudut Warna-warni
Masuk ke museum Kata Andrea Hirata itu seperti bernostalgia tentang film perjuangan Lintang, ikal, mahar dan kawan-kawan dalam laskar pelangi. Intinya Mereka para ksatria yang berjuang meraih mimpi ditengah keterbatasan.
Continue reading...

Sabtu, 08 September 2018

Curug Sentral : Kisah Morongkol yang Terusir

Curug Sentral, Jayanegara Kabandungan Sukabumi
Awalnya pengen ngabisin hari minggu dirumah sambil kangen-kangenan sama mamah. Tapi Mamah malah aneh ngeliat aktifitas kangen-kangenan saya saat itu. 

"Tong Morongkol wae atuhhh, sok gerak!, ameh kesangan". Teriak Mamah.
Kalau dipagi dingin kita tarik selimut terus meluk erat guling dengan posisi meng-udang itu artinya kita sedang Morongkol. 
Continue reading...