Wednesday, 10 February 2016

IKAN ASIN CELAGEN


Ini untuk kedua kalinya saya melihat bagaimana proses pembuatan ikan asin, sebelumnya ikan kering berbahan baku ikan jenis leisi atau dencis ini juga pernah saya lihat di Kabupaten Belitung tepatnya di Desa Tanjung Binga , desa itu memang dikenal dengan sentra ikan asin di Belitung. Hampir sama namun pengalaman yang saya dapatkan di Pulau Celagen sedikit lebih menantang. Pulau Celagen adalah sebuah desa yang menjadi bagian dari Kecamatan Pulau Pongok Kabupaten Bangka Selatan, produktifitas ikan disini sangat berlimpah, bagi penduduknya laut adalah ladang dan rumah kedua, maklum saja sebagian besar waktu dari 99% masyarakatnya banyak dihabiskan dilautan untuk mencari ikan.

Suasana Kapal Bagan di Pagi Hari
Sejak pertama datang ke Desa Celagen, saya sudah dibuat takjub dengan banyaknya perahu bagan yang terparkir di sekitar pulau, jumlahnya mungkin puluhan hingga ratusan. Kapal tangkap ikan jenis bagan ini ramai beroperasi di pagi dan sore hari. Saat sore bagan-bagan ini akan mulai pergi meninggalkan Pulau Celagen untuk mencari ikan. Sore itu saya pun ikut nelayan celagen untuk melihat bagaimana proses tangkap ikan jenis laisi atau dencis ini.

Selfie-ing Before Striking
Awalnya saya yakin jika dapat bertahan dari angin dan gelombang laut namun nasehat sang nahkoda bagan meluluhkan keyakinan saya, dan satu butir antimo-pun saya tenggak dengan secangkir teh diatas bagan. Betul saja hingga tengah malam efek obat ini berjalan baik menjaga saya dan dua rekan lainnya bertahan dari gelombang laut dan hujan ringan. 

Kondisi Bagan Apung Sebelum Penarikan Jaring

Hasil Tangkapan Ikan Leisi
Ikan Leisi Bahan Baku Ikan Asin
Malam itu hasil tangkapan ikan cukup lumayan, terlebih saat ini  angin barat. Memang tidak sebanyak saat musim angin timur, dimusim itu nelayan bisa menggelar dua hingga tiga kali jaring dalam semalam, namun kali ini nelayan hanya mampu sekali menggelar jaring. Hasinya bagi saya sangat luar biasa. 


 

Pagi hari ikan-ikan hasil tangkapan ini akan di distribusikan ke pengolah ikan asin. Ada yang langsung di garami lalu dijemur dan ada juga yang direbus terlebih dahulu.  Sayang para produsen ikan asin ini kerap mengeluhkan ketersediaan garam di Puau Celagen. Pengusaha ikan asin  di Pulau ini bahkan harus mencari berton-ton garam hingga Jepara dan kota-kota besar lain di luar provinsi bangka belitung.

Proses Penjemuran Ikan Asin

 Penjemuran dilakukan selama kurang lebih satu hingga dua hari, jika cuaca panas mungkin bisa dijemur seharian penuh. Saat saya berkunjung ke salah satu tempat pembuatan ikan, cuaca saat itu memang sedang hujan, pembuat ikan asin ini pun harus lebih waspada takut tiba-tiba ikan asin jemuran mereka basah diguyur hujan.


Ikan asin yang siap di kirim

Usai kering ikan-ikan ini akan dipacking dan siap untuk dikirim hingga keluar pulau. Seperti sebagian besar Pulau Jawa diantaranya jakarta, dan kota-kota besar lainnya yang ada di Sumatera, bahkan kalimantan. Sebagian pengusaha berharap hasil olahan ikan asin mereka ini dapat di ekspor menuju asia hingga mancanegara