Rabu, 16 November 2016

Desa Batu Beriga Dan Teror Misterius

Pagi hari Nelayan Desa Batu Beriga mulai pulang dari menjaring ikan
"Sisihkan laut kami dari TI Apung !!!", Teriakan itu lahir dari kuatnya kesadaran warga Desa Batu Beriga akan pentingnya hasil laut sebagai penopang roda ekonomi keluarga.
Lumrah jika Tambang membawa kekhawatiran bagi nelayan-nelayan di Desa ini. Mereka cukup Berkaca dari rusaknya kawasan bekas Tambang laut yang ada diperairan Pulau Negeri Laskar Pelangi, Hasilnya, sedimen lumpur, Kerusakan alam bawah laut, bahkan terusirnya habitat ikan. Setidaknya itu yang disampaikan Nelayan desa ini.
Bukan Saya..
Akhirnya resistensi warga desa terhadap aktifitas pertambangan ini berbuah sesuatu yang mengerikan, yaitu TEROR, dan setidaknya itu juga yang terucap dari nelayan dan dibenarkan oleh kepala desa Batu Beriga.
Aduuuuhhhh!! ya sudahlah, jadi aneh kalau blogg ini ngebahas kayak begituan, keluar jalur!! Stop there And lets start again.. 

Potret Nelayan Desa Batu Beriga

Hampir 80 Persen dari masyarakat desa ini berprofesi sebagai nelayan, wajar kalau ikan laut segar mudah didapat disini.
Desa yang berada di Kabupaten Bangka Tengah ini juga menjadi sumber ketam ekspor bagi pengepul ketam atau kepiting di Ibu Kota Babel. Dengan hasil tangkapannya yang mencapai ratusan kilo perharinya. Perhari lho guys.. belum ikan lain.
Datang ke Desa ini dihari Jumat, pukul 05.45 WIB dari Pangkalpinang dan sampai pada pukul 08.00 WIB.. dan apalagi kalau tujuannya bukan Syuting, kali ini syuting tentang Potret Desa.
Awal syuting kita diajak ke Pantai. Nelayan sudah datang dari melaut sejak pagi, yang pada sore hari sebelumnya mereka berangkat untuk menangkap ikan.

Hasil Tangkap Ikan dengan Jaring, Nelayan sini bilangnya Ikan Ciu

ini hasil sebagian jenis ikan tangkap lainnya dari perairan Desa Batu Beriga

Dengan alat tangkap jenis pancing dan jaring serta perahu berukuran sedang, hasil tangkapan merekapun lumayan beragam, meski masih kalah dengan perahu berukuran besar yang bisa melaut lebih dari delapan mil dari bibir pantai, andai saja mayoritas nelayannya punya kapal berukuran besar. Kenapa harus berandai??? lets keep it that way..



Sepertinya bahari menjadi andalan dari desa ini, mengapa??.. pantai ini salah satu jawabannya, namanya pantai Gusung, ada cerita tersendiri untuk pemberian nama Gusung buat pantai ini, sayang historical statement dari warga atau kades luput saya tanyakan, yang penasaran bisa tanya langsung ke kepala desa Batu Beriga atau tokoh masyarakatnya.
Pantai indah ini memang tengah dibenahi untuk menjadi destinasi wisata bahari andalan milik desa. Keindahannya masih terletak di pasir putihnya, ya layaknya pantai yang ada di negeri serumpun sebalai.. kekuatannya ada pada kejernihan airnya, maklum belum ada tambang laut.
Sayang nggak berenang, bukan nggak mau tapi nggak sempets!!

lempah kuning, menu andalan bangets
ketam atau kepiting


Langsung ke sesi makan-makan!! Yeayyy..
Selesai syuting dan shalat jumat pak kades mengajak kami makan siang,  benar saja kita disuguhin seafood. Ketam dan lempah kuning jadi andalannya, ada juga cumi dibumbuin pedas yang berhasil bikin saya terus nyedokin nasi. menu ringan dirumah nelayan ya seperti ini, kayak mesen porsi besar direstoran seafood.. ini lah jawabannya, andai seluruh nelayan memiliki perahu besar mungkinn ada ikan hiu bakar di acara makan siang kami..hahaha..
 
Tiga piring nasi porsi sedang, tiga ketam rebus campur coel-an bumbu kecap pedas, tiga cedokan nasi porsi laper, dan tiga kali ngambil cumi bumbu pedas dari piring sajian tuan rumah, semua serba tiga dan harus tiga nggak ada mitos atau alasan filosofi memilih angka tiga ini murni intuisi perut yang lapar dan fisik yang lelah saja..

Terimakasih pak kades Batu Beriga dan semua warganya. Pantang mundur pak menjaga pantai indah desa ini dari kerusakan!!
Load disqus comments

0 komentar