Wednesday, 11 January 2017

Ulin With Lovely Family


sayang-sayangku
Sesuai dengan nama blogg-nya d'uliners, kata d'uliners diambil dari bahasa sunda yaitu ulin yang artinya maen, jalan-jalan, bepergian untuk mencari kebahagiaan dan kesenangan. Ulin-er itu sendiri adalah penggemar, pelaku atau orang yang melakukan kegiatan main, nggak jauh beda dari makna kata slank-er (penggemar slank), play-er (tukang maen), teach-er (orang yang mengajar) dan reader (artiin sendiri) dan lain sebagainya.
Dan satu lagi, Gak ada motif apa-apa dibalik penambahan huruf "s" dan "d" (dibaca -"the) pada kata d'uliners. Hanya terdengar keren dan kekinian aja waktu diucapin. Intinya tidak ada makna filosofi yang mendalam dan maksud yang revolusioner dari kata "d'uliners", dia hanya kata imajenatif yang muncul  begitu saja dari benak saya. Apalah arti sebuah nama, biarkanlah dia diartikan sendiri dan memberi arti, asseek!!. (Ni konteksnya bukan namain anak orang ya).
Siapa yang tau arti google. Sampai pada akhirnya kita sedikit faham dan mengerti kalau  denger kalimat, "googling aja!!!" Atau "tanya mbah google!". Intinya dia bermakna saat bermanfaat dan berguna.
Mohon maaf jika ada kemiripan dari nama d'uliners, tidak ada maksud menjiplak, mendompleng, menyinggung, dan menyakiti.
Ini pyurr (pure) intuisi, imajenasi,  dari latar referensi sebagai urang sunda asli, bukan duplikasi, numpang tenar bersensasi, apalagi omong kosong tanpa isi, tapi ini berkat hobby untuk fun penuh arti. ( iyain aja ya kan klo ditahun ini semua orang berasa jadi rapper!? Termasuk gw juga kayaknya).
Intro yang aneh untuk sekedar bercerita kalau pagi akhir pekan awal januari ini kita main  kepantai dan ke destinasi agrowisata di kota pangkalpinang Bersama keluarga kecil tercinta. Yah biar aja lah intronya aneh, dari pada ditanyain terus  "What does d'uliners mean??", Jadi sekalian dijelasin.



Tujuan pertama Pantai Pasir Padi
Tujuan pertama Pantai pasir padi. Pantai ini nggak asing lagi ditelinga kebanyakan masyarakat bangka belitung. Karena letaknya di ibukota dan selalu menjadi tempat andalan warga Pangkalpinang untuk berwisata.
Rencana untuk ke pasir padi sudah disusun Bersama istri semalam sebelum kita pergi . Dari mulai paginya harus sarapan  dimana, sampai kalau berenang dipantai harus pake gaya apa dan lain sebagainya, Beruntung libur kerja pekan ini jatuh dihari minggu, pas banget setelah dipekan sbelumnya farrel rewel pengen berenang dipantai, dan mungkin saja Pasir padi bisa jadi jawabannya.
Datang ke pantai ini pagi-pagi kita sudah disuguhkan pemandangan khas pantai Bangka Belitung, pasir putih, pantai yang landai, namun tanpa batu granit. Di pantai pasir padi memang jarang terlihat adanya batu granit. Namun jika kita menyusuri bagian selatan tepatnya kearah desa batu belubang dan desa tanjung gunung, setiap pantainya cenderung ramai dengan bentuk unik granite yang ada.
Semenjak dibangun tumpukan beton pemecah gelombang, Ombak dipantai pasir padi memang tidak begitu besar dan ramah untuk dijadikan spot berenang terlebih untuk anak-anak.
Airnya tidak begitu jernih, saat  berjalan ketengah pantai menyusuri pesisir ada sedikit sedimen lumpur dipasirnya. Mungkin pengaruh dari breakwater. Dan kalau air laut sedang surut kita harus berjalan agak jauh untuk sampai kelaut dekat dengan talut dan biasanya surut saat sore hari. Untungnya pagi itu air laut pasang.
Satu jam dirasa cukup untuk sekedar berenang menikmati air laut bersama istri tersayang dan anak-anak tercinta. Melihat girangnya farrel dan antusianya Nashwa rasanya kangen mereka akan pantai bener-bener terobati, semoga.
Setelah memandikan, dua krucil unyu  dan membilas badan  ini saatnya untuk kembali melanjutkan perjalanan menuju destinasi agrowisata Bangka Botanical Garden  atau orang pangkalpinang biasa mengenalnya dengan BBG.


Letaknya tidak jauh dari Pantai Pasir Padi. luas lahan BBG Sekitar 300 hektar, dan ini merupakan lahan bekas pertambangan.  Seolah menjadi kebun percontohan BBG berkembang menjadi kawasan wisata hutan yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas agorwisata yang mumpuni. Mulai dari ternak sapi, perkebunan holtikultura, sayuran organik dan penangkaran ikan.  
Buat yang datang kesini pasti tidak pernah menyangka jika kawasan BBG merupakan lahan bekas tambang, yang selama ini dikenal kritis dan tidak produktif. Tapi mungkin, formula integrasi ternak dan perkebunan sedikit banyaknya membuktikan jika sekritis-kritisnya lahan tambang masih bisa produktif juga jika dicekoki pupuk organik, khususnya kompos limbah sapi. Yaa setidaknya itu yang saya perhatikan di Bangka Botanical Garden. 


Bangka Botanical Garden
Tidak sedikit hewan-hewan liar seperti burung dan tupai hingga buaya ada disini. Meski belum pernah lihat langsung, buaya dipercaya sebagian pengunjung dan pengelola memang benar-benar ada disini. Masuk ke BBG kita langsung disuguhkan deretan pohon pinus yang membawa kesejukan tersendiri. Asri dan menyegarkan.



Farrel masih terkaget-kaget dengan bentuk sapi dan ukurannya yang besar, walaupun ini bukan pertama kalinya anak pertama saya itu lihat sapi.Pertanyaan-pertanyaan lucu sering aja muncul, kayak "Abah Kenapa sapi pipisnya banyak?", abah ada apa dikepala sapi? (sambil  tunjuk  tanduk), abah yang dimakan sayur apa? dan lain sebagainya dan lain sebagainya. Lucu sekaligus menyenangkan, kita betul-betul harus bijak menjawab agar  mereka dapat belajar banyak hal.


Pusat Pemeliharaan Sapi (sapinya yang jadi background ya..)
Perkebunan organik adalah tempat selanjutnya yang kita kunjungi, menyenangkan karena kita bisa menikmati hasil tanaman baik sayuran maupun buah-buahan organik yang ditanam langsung Di BBG ini, ada semangka, jambu kristal, ubi, jagung, bawang daun, cabai, tomat, pepaya dan lain sebagainya. Dan jambu kristal adalah hal yang paling menyita rasa penasaran saya, maklum pencinta jambu biji. Mungkin kapan-kapan kita lihat langsung proses panennya di bangka botanical garden.
Siapa yang sangka jika tanaman buah-buahan dan sayuran ini dapat tumbuh subur dilahan yang katanya bekas tambang dan diyakini sulit ditanami ini. Hasil cukup membuktikan jika ini bisa, tinggal niat, realisasi, dan doa aja yang perlu jadi ihktiar. walaupun mungkin tidak seinstan dan semudah itu.
Menyenangkan, jadi pengen sering-sering jalan, dan jalan-jalan yang sering biar nggak kurang piknik.




No comments:

Post a Comment