Minggu, 19 November 2017

Nyeruput Madu dari Sarang Lebah Kelulut (Cara Minum Madu Zaman Now!)

Lebah Kelulut
Lebah Kelulut
Belum tahu apakah kelulut berasal dari bahasa Bangka atau bukan, tapi kata kelulut menggambarkan keberadaan sarang dari lebah ini. sarangnya cenderung melilit-lilit dan semerawut layaknya tali yang kusut, namun tetap memiliki pola yang berurut!.
Kesimpulan obrolan saya dengan masyarakat desa Lubuk Lingkuk kata kelulut artinya adalah melilit-lilit, kelilit. tapi sepertinya dibeberapa tempat, nama kelulut menjadi nama yang lumrah digunakan. jika asumsinya nama ini diambil dari sarangnya mungkin kita bisa lihat sarangnya, kelulut banget kan?!!. 
Didaerah lain lebah ini diberi nama yang berbeda, ada yang bilang Lebah Klanceng, Teuweul atau Gala gala, kalau nama latinnya yaitu Apis Trigona sp, lebah yang ukurannya lebih kecil dari lebah kebanyakan. Lebah jenis ini juga banyak Bersarang dan hidup di celah atau lubang pohon dan dialam bebas lainnya. 
Menurut pak kades lebah ini banyak terdapat di Desa Lubuk Lingkuk, beberapa warganya ada juga yang menangkar lebah ini disekitar rumah. Saat sadar ekosistem lebah ini memiliki potensi, Pak Kades dan perangkat lainnya mencoba berinovasi untuk menjadikannya sebagai potensi wisata desa, maka dipindahlah koloni lebah-lebah ini ke Pulau unik yang ada disungai Rangau Desa Lubuk Lingkuk.

sarang Lebah Kelulut
“Biar tidak kabur kita memindahkan koloni madu kelulut (lebah) dimalam hari, butuh proses yang lama hingga akhirnya mereka mau hijrah dari desa ke pulau ini” ungkap kades desa lubuk lingkuk saat mengisi obrolan malam kami diteras rumah Beliau.
Koloni lebah ini memang sempat dipindahkan ke pulau saat siang hari, hasilnya lebah tidak kerasan dan memilih kembali ketempat semula, ada penjelasan ilmiah untuk itu, saya hanya menyimpulkan mereka mungkin gagal move on. awam!.

Pulau Madu Kelulut
Pulau seluas hampir empat hektar ini memang unik, keberadaannya dikelilingi hutan mangrove jenis resivora, beda dengan mangrove yang saya lihat di Kurau Barat dan Desa Tukak toboali. Mangrove disini tidak begitu tinggi, hanya jangkauan serapan akarnya yang lebat dan menancap kuat ditanah. Melihat dari akarnya Salah satu fungsi dari mangrove ini bisa jadi sebagai mangrove penahan gelombang.

Dari pelabuhan kita masih harus menggunakan perahu berukuran sedang agar dapat sampai ke pulau ini, sebenarnya ada dua pulau lain yang letaknya berada tepat ditengah hutan mangrove. Namun pemerintah desa baru memberdayakan empat hektar kawasan hutan lindung ini saja. Masih ada 200 hektar lainnya yang bisa dimanfaatkan. Saat ini masih proses legalitas agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat desa.

Saat surut butuh berjalan sekitar 10 Menit untuk sampai ke dermaga ini
Pengunjung yang berdatangna ke Pulau Madu Kelulut (saat pasang)
Pada musim tertentu air dipelabuhan cenderung surut, surutnya biasa terjadi dipagi hari, jadi kita harus jalan sekitar 30 meter untuk menuju hulu sungai tempat perahu bisa ditambatkan. Hanya sekian menit menyusuri sungai Rangau, kita sudah sampai ke area pulau madu kelulut. Pak muhsin sebagai penangkar lebah ini, langsung menyambut kami di gerbang pulau madu kelulut.
Penangkaran Lebah Kelulut Di Pulau Madu Kelulut
Saat sampai di pulau, puluhan penangkaran madu kelulut langsung menyambut kami. aktifitas penangkaran disini telah berjalan hampir satu tahun. dan hingga kini Pesona pulau madu kelulut telah banyak menyita perhatian wisatawan domestik dan luar.


Seruput Madu Kelulut
Yang unik dari Pulau Madu Kelulut adalah proses panennya. Kita bisa menyeruput langsung dari galon madu atau kantung madu yang ada di setiap sarang lebah kelulut. 
"Nanti kalau di sengat lebahnya,  gimana?", tidak perlu khawatir lebah jenis kelulut ini tidak menyengat layaknya lebah jenis lain. Jadi kita bisa leluasa untuk nyeruput tapi tetap harus diingat, tidak menyengat bukan berarti tanpa pantangan ya. Jangan coba-coba menggoyang atau menggerakkan sarang lebah ini. Karena mereka akan merasa tertanggu dan tanpa ampun mengerubungi kita. Sekali lagi tidak akan menyengat, tapi saat kita dikerubutin lebah tentu butuh sedikit perjuangan saat mencoba menyeruput madunya.

Jika hal ini terjadi pada anda, pastikan untuk menjauhi sarang lebah terlebih dahulu dan silahkan menunggu selama satu jam, kalau tidak sabar anda bisa menyeruput madu dari sarang yang lain, dan pastikan jangan kembali mengagetkan mereka. Intan Malikha bisa memberi saksi atas peristiwa ini.

Ngantri nyeruputs
terpaksa menunggu karena dikerubutin lebah 

Kejadiannya saat syuting di Pulau Madu Kelulut, karena tanpa sengaja menggoyang sarang lebah, intan-pun harus berjibaku meladeni kerumunan lebah kelulut yang begitu agresif. Saat itu kita terpaksa harus menunda proses syuting selama 20 menit. Setelah menunggu kami kembali melakukan adegan intan menyeruput madu kelulut, tapi hasilnya tetap sama lebah kelulut terus mengerubungi intan. dan solusi terakhir adalah mengganti sarang, terbukti adegan menyeruput madu kelulut berlangsung mulus dan lancar jaya setelah itu.

Kamu yang penasaran dengan rasa madu kelulut. Harus mencoba sensasi menyeruput madu ini langsung dari sarangnya. Sebelum merasakan keunikan dari madu ini kita bisa juga menikmati sensasi tegang-tegang sedap saat menyeruput, tapi sekali lagi saya ingatkan lebah-lebah ini tidak akan menyengat. 


Rasa dari madu kelulut berbeda dengan madu kebanyakan, ada kombinasi rasa manis dan asam saat kita menyeruput langsung dari sarangnya. Tidak hanya itu,  madu ini juga terasa hangat ditenggorokan dan dibadan. Menurut petani madu Desa Lubuk Lingkuk madu kelulut juga memiliki khasiat yang lebih baik dari jenis madu lainnya. Selain kaya akan vitamin, jenis madu kelulut juga memiliki kandungan antioksidan yang tinggi dan begitu bermanfaat bagi kesehatan. Jadi tidak salah jika harga jual perbotolnya bisa mencapai ratusan ribu rupiah.

Kerang Kepah 
Ini uniknya dengan hutan bakau atau mangrove. Karena keberadaan pulau madu kelulut ini dikelilingi pohon mangrove, banyak potensi lain yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Lubuk Lingkuk Kabupaten Bangka Tengah. Dari pemanfaatan hutan bakau saja mereka bisa mendapatkan banyak hal contohnya kepah. Kerang yang banyak hidup didaerah lumpur mangrove ini kerap dicari para ibu dan dijual atau dikonsumsi sendiri.

ibu-ibu desa Lubuk Lingkuk sang Kepah Hunter
Dalam satu hari mereka bisa mendapatkan satu kilo kerang kepah. kandungan kolesterolnya memang sedikit kontroversi, ada yang bilang tinggi bahkan ada yang bilang tidak berbahaya, tapi kepah memiliki kandungan vitamin dan juga protein yang mudah dicerna oleh tubuh. Bagi kaum Kolesterolian sesekali makan kerang ini boleh lah. Tapi nggak sekilo juga ya gaess.
Satu hal lagi yang menurut saya unik, kerang kepah juga bisa dikonsumsi langsung tanpa dimasak. Intan dan ibu-ibu pemburu kepah ini mendemonstrasikannya didepan saya. Menurut Intan sih rasa kepah segar yang disantap langsung dari cangkangnya ini sangat gurih dan enak. Entah kenapa sensasi kelezatan kepah ala intan malikha ini, kurang berhasil menggugah rasa pensaran saya untuk mencicipinya. Kecuali dimasak.

Kerang Kepah lezat disantap langsung


ketam atau kepiting, potensi lain selain kepah
Banyak hal yang bisa saya dapat dari kunjungan ke desa lubuk lingkuk khususnya pulau madu kelulut. sensasi kesezukan hutannya, keunikan lebah dan rasa madu kelulutnya. hingga melihat budaya berburu kerang kepah bagi para ibu-ibu desa ini. Yang penasaran dengan semua ini silahkan kunjungi Pulau Madu Kelulut Di Desa lubuk lingkuk kabupaten Bangka Tengah. Keep Traveling and Say Hello to The Adventures.
Load disqus comments

0 komentar