Selasa, 12 Juni 2018

Yang Berbeda Dari Wisata Budaya 7 Likur Desa Mancung Tahun Ini.

Api Likur Desa Mancung
Malam 7 likur di Desa Mancung pada tahun ini berlangsung meriah. Tradisi ini secara turun temurun dilestarikan dan menjadi wisata budaya religi yang mengundang rasa penasaran banyak kalangan. Dibanding tahun sebelumnya ini dia yang beda dari wisata budaya 7 likur Desa Mancung Tahun ini.



12 Gerbang

Jika ditahun lalu peringatan malam 7 likur hanya dimeriahkan 6 gerbang obor, ditahun 2018 warga Desa Mancung kompak untuk mendirikan 12 Gerbang. Enam RT Di Desa Mancung masing-masing membuat Dua gerbang dan mendisain rangkain obor menjadi berbagai macam bentuk, mulai dari bangunan masjid, kereta kuda, tom and jerry, Dua Angsa, hello Kitty dan dua orang yang sedang ruku. 

Gerbang Api Likur Dua Angsa



Menjawab Tantangan Gubernur 

Ini jawaban kenapa malam 7 likur di bulan ramadhan tahun 1439 Hijriyah begitu meriah. Pada tahun 2017 dan ditahun pertama memimpin Propinsi kepulauan Bangka Belitung, Gubernur Erzaldi Rosman yang hadir pada prosesi malam tujuh likur saat itu sempat menantang warga Desa Mancung untuk menambah jumlah gapura atau gerbang obor dari 6 gerbang menjadi 12 gerbang obor. 
Gotong Royong Membangun Gerbang
Dengan dukungan dana dari pemerintah hingga beberapa sponsor. 6 RT pun sepakat untuk membuat dua gerbang obor setiap RT.

10.000 Obor Lebih.

Obor Likur
Ini yang berbeda dengan budaya tujuh likur dari tahun sebelumnya. Ada 10.000 ribu lebih obor yang berhasil dirangkai oleh seluruh masyarkat desa mancung. Untuk membuat rangkain obor disatu gerbang sedikitnya membutuhkan 500 hingga 1000 obor.
Bahkan menurut warga setempat  untuk gerbang dengan rangkaian obor membentuk bangunan Masjid lengkap dengan lafadz Allah ini membutuhkan sedikitnya 1600 obor.

gerbang dengan 1600 obor
Bayangkan jika rata-rata satu gerbang membutuhkan sedikitnya 1000 obor dan dikalikan dengan 12 gerbang ada 12.000 lebih obor yang dibutuhkan.
Usaha luar biasa yang dilakukan oleh masyarakat desa Mancung untuk mensukseskan Budaya malam 7 likur.

6 Drum Minyak Tanah .

10.000 lebih obor yang dibuat dari limbah botol minuman energi ini diisi oleh 6 drum minyak tanah. Pemerintah Desa sengaja menyiapkannya untuk kemudian dibagikan per RT satu Drum. Hasilnya dijamin membuat anda terpukau melihat rangkaian api likur yang meriah pada 11 Juni malam kemarin.
Proses Penilaian Gerbang Obor oleh panitia

Festival Api Likur Paling Meriah

Bayangkan saja ada 12 Gerbang obor yang berada di 12 titik di Desa Mancung. Hampir setiap Gerbangnya menyuguhkan pemandangan obor yang menarik dan unik. Dan disetiap titiknya juga banyak masyarakat berebutan untuk mengabadikan api likur yang terpasang disetiap gerbang. Selepas tarawih kondisi, jalan Utama Mentok-Pangkalpinang yang melintasi Desa Mancung luar biasa padat. Kepadatan semakin menjadi saat acara puncak yang digelar dilapangan Desa Mancung diisi dengan penampilan Band ternama.
Proses Syuting Potret TVRI Bangka Belitung

Tahun 2019 mendatang Pemerintah mencanankan festival api likur ini akan berlangsung tidak hanya di Desa Mancung tapi juga di beberapa kecamatan di Kabupaten Bangka Barat. jika benar ini terealisasi, Pastikan kita bersiap untuk terpukau melihat kreatifitas gerbang obor yang lebih meriah di Ramadhan tahun 1440 Hijriyah mendatang.


Load disqus comments

0 komentar