Minggu, 12 Mei 2019

Jejak Sejarah Di Pantai Batu Betumpang

Mercusuar Di Pantai Batu Betumpang
Yang pernah berkunjung ke pantai batu betumpang pasti tahu beberapa peninggalan bersejarah yang ada dikawasan ini. Jejak sejarah ini adalah bukti dari masa penjajahan belanda ditanah Bangka, dan berikut jejak peninggalan Belanda dikawasan pantai batu betumpang yang bisa anda nikmati;

Mercusuar Lampu Besar/Pulau Besar.
Menara lampu setinggi 74 meter ini menjadi peninggalan bersejarah sejak masa penjajahan Belanda. Di pintu menara terdapat tulisan yang menyebutkan jika menara pulau besar berada dibawah pengawasan kerajaan Williem III dan dibangun pada tahun 1888. 
Mercusuar Lampu Besar / Pulau Besar
Untuk sampai ke puncak kita harus melewati 200an anak tangga. Dari puncak kita dapat menikmati pemandangan pantai batu betumpang dan luasnya selat Bangka bahkan Pulau Sumatera. Mercusuar ini didukung dengan lampu yang memiliki daya pancar cukup jauh yaitu 12 mil. Hingga kini mercusuar masih berfungsi dengan baik dan menjadi navigasi bagi banyak kapal nelayan dan kapal besar lainnya. 

Bungker Dibibir Pantai.
Letaknya tepat dibawah mercusuar, bungker ini menurut tokoh masyarakat Desa Batu Betumpang Pak Ruslan, menjadi tempat pemantauan musuh yang sewaktu-waktu masuk ke kawasan pantai Batu Betumpang.
Bunker Pertahanan sekaligus tempat pengintaian musuh
Jika pantai surut tepat didepan bunker terdapat meriam yang terendam air, dulunya digunakan untuk menyerang musuh dan bajak laut jika memasuki kawasan pantai Batu Betumpang. Dimasa penjajahan kawasan disekitar pantai batu betumpang menjadi pusat perekonomian masyarakat khususnya dibidang perdagangan.

Bangunan Tua Disekitar Mercusuar
Ada beberapa bangunan tua disekitar mercusuar  diantaranya adalah rumah tahanan bagi para lanun atau tahanan lainnya. Bangunan-bangunan ini juga digunakan sebagai tempat tinggal tentara Belanda. Hingga kini sebagian dari bangunan masih berfungsi dengan baik dan digunakan oleh petugas mercusuar Pulau Besar.

Sumur Tua Dan Airnya yang Berkhasiat.
Letaknya cukup jauh dari mercusuar tepatnya diarea parkir kawasan wisata pantai batu betumpang. Dengan kondisi yang ada kita tidak menyangka jika sumur ini usianya hampir sama dengan mercusuar Pulau Besar.
Puing keberadaan sumur tua bersejarah
Dulu sumur ini menjadi satu-satunya sumber air jernih dikawasan pantai yang digunakan oleh bangsa Belanda dan masyarakat lokal terlebih saat musim kemarau. Pengunjung dan masyarakat setempat meyakini jika air sumur tua ini memiliki khasiat tersendiri. 

Batuan Penghubung Pulau.
Batu yang tersusun ini adalah peninggalan lainnya dari masa penjajahan Belanda. Pak Ruslan menjelaskan saat berkuasa banyak masyarakat pribumi yang dipaksa Belanda untuk mengangkat batu dan menyusunnya dari bibir pantai Batu Betumpang menuju pulau tempat mercusuar berada.
Susunan Batuan yang sebagaian lainnya terndam air pantai saat pasang 
Saat air pantai surut kita dapat melihat dengan jelas keberadaan batu-batu ini tersusun rapih kearah menara. Dan sekarang banyak juga warga setempat atau bahkan pengunjung yang menggunakannya untuk menyeberang menuju mercusuar.





  
Load disqus comments

0 komentar